Prof. Dr. K Yudian Wahyudi: Professor Indonesia Lulusan Harvard School

Kuliah di luar negeri, tentu menjadi impian mahasiswa Indonesia. Mengapa tidak, berjibunnya ilmu, kelengkapan referensi dan tentunya prestise tamatan LN menjadi daya tarik banyak orang untuk berusaha mendapatkan kesempatan untuk meraih prestasi yang satu ini.

Tentu, agar bisa go to LN mesti menguasai bahasa internasional dan kemampuan yang melebihi orang lain. Ni, aku mau cerita sedikit dulu tentang kasus David Widjaja, mahasiswa Indonesia yang kuliah di Nanyang Technological University Singapore. Tadi pagi Pak Sindung, dosen filsafat hukum-ku, mengisahkan ternyata ada indikasi kuat David memang dibunuh. Konon mahasiswa Indonesia keturunan Cina ini melakukan penelitian “pemindaian 3 dimensi”. Jadi akan ada alat yang menyensor tubuh manusia, dan datanya disimpan di komputer. Kemudian, lewat bantuan satelit, alat ini bisa melacak keberadaan orang yang sudah dipindah data-data tubuhnya. David adalah orang ketiga yang meninggalkan karena penelitian yang sama. 2 Mahasiswa lainnya berasal dari Cina. Entah siapa dalang pembunuhan ini, apakah inteligen atau pihak-pihak tertentu yang merasa terancam jika penelitian David berhasil.

So, itu tadi tentang David. Sekarang kita kembali ke soal kuliah di LN. Kuliah di LN sudah luar biasa, apalagi kalau bisa menembus universitas no wahid di dunia. Itulah yang dialami oleh K Yudian Wahyudi, lulusan IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta sekaligus Sarjana Muda Filsafat UGM Yogyakarta.

Yudian Wahyudi adalah dosen pertama dari Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri (PTAIN) yang berhasil menembus Harvard Law School di Amerika Serikat. Hal ini diperolehnya setelah menyelesaikan pendidikan doktor (PhD) di McGill University. Ia juga berhasil menjadi profesor dan tergabung dalam American Asosiation of University Professors serta dipercaya mengajar di Tufts University, Amerika Serikat (Republika, Edisi Islam Digest, Ahad 5 April 2009).

Sebuah pencapaian langka bagi orang Indonesia. Tapi tak ada yang tidak mungkinkan di dunia ini. Selama kita terus berusaha dan berdo’a, hal yang selama ini cuma dalam angan-angan bisa terealisasi menjadi kenyataan. Tentu kita pingin tahu, apa rahasia Pak Yudian?

“Tahajud Ilmiah“. Tahajud berasal dari kata jahada. Ijtihad berasal dari kata jahada dan jihad juga berasal dari kata jahada (kerja keras). Artinya, setelah sholat tahajud, tidak langsung tidur. Tetapi dilanjutkan dengan ijtihad atau kerja pikir, membaca buku 100-200 halaman. Kemudian, hasil membaca dituangkan dalam satu hingga dua lembar tulisan. Itu namanya jihad ilmiah (Republika, Edisi Islam Digest, Ahad 5 April 2009).

Sudah jelas kan, kalau ingin berhasil memang harus siap kerja keras. Jika masih malas-malasan, ngak bakalan maju. Setiap perubahan tidak mesti menunggu waktu baik. Pas tercetus saat itu juga komitmen ditancapkan. Ya, semangat untuk meraih impian.

Category: 0 comments

0 comments:

Poskan Komentar